Ads 468x60px

Pages

Minggu, 17 April 2011

Gus Mus dan Gaya Perlawanannya terhadap Kekerasan Atas Nama Agama


Gus Mus, beliau adalah salah satu penyair dan ulama favoritku. Kepribadiannya yang kritis, terbuka dan bersahaja jelas memikat siapa saja baik non muslim maupun muslim. Kali ini saya tidak bicara dalam konteks agama. Melainkan tokoh kemanusiaan dalam sampulnya yang lain. Aku selalu merasa ada sensadi kedamaian kala menyimak puisi, tulisan dan kiacauannya di twitter.


Beberapa hari yang lalu aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Cirebon. Tak segan-segan, si pelaku membidik kepolisian kini. Tepat sebelum peledakan itu terjadi saya baru saha berbincang dengan seorang kawan, boleh dibilang dia merupakan peneliti dari gerakan-gerakan agama radikal. Mayoritas penganut gerakan ini ternyata kadang tidak mengetahui apa yang dilantangkannya, terbakar emosi, berpendidikan (formal) rendah, dan rata-rata berasal dari ekonomi menengah kebawah. Kaitannya dengan seorang Gus Mus, kenapa saya bilang dia tokoh kemanusiaan dalam sampulnya yang lain, itu sangat sesuai dengan kicauannya kemarin; �Tips agar tidak disesatkan atau direkrut sebagai bom: Jangan kumpulkan dalam dirimu: kebodohan, kemiskinan, dan semangat beragama berlebihan,�. Bagiku, orang-orang yang percaya bahwa perang dan bom bunuh diri bisa membawanya ke surga mungkin lupa bahwa ia bisa menciptakan surga di bumi tanpa harus melampaui takdirNya.


Sekali lagi, karena kali ini saya bicara Gus Mus, berikut dua puisinya yang cukup menghentak menurut saya;


ALLAHU AKBAR

Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar
Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar
Allahu Akbar!


Allah Maha Besar
Urat-urat leher kalian membesar
Meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad
Nafsu kebencian kalian membakar
Apa saja yang kalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 milyar manusia
Penghuni bumi sebesar debu ini
Sesat semua atau saleh semua
Tak sedikit pun mempengaruhi
KebesaranNya

Melihat keganasan kalian aku yakin
Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakanNya
Ketika dengan pongah kau melibas mereka
Yang sedang mencari jalan menujuNya?

Mengapa kalau mereka
Memang pantas masuk neraka
Tidak kalian biarkan Tuhan mereka
Yang menyiksa mereka
Kapan kalian mendapat mandat
Wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?

Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar
Dan syirik yang paling akbar
Adalah mensekutukanNya
Dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri

Laa ilaaha illaLlah! 2005
________________________________________

Kau ini Bagaimana

Kau ini bagaimana
Atawa Aku harus bagaimana

Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka
Kau memilihkan untukku segalanya


Kau suruh aku berpikir
Aku berpikir, kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah. Aku diam saja, kau waspadai


Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip.
Aku memegang prinip kau tuduh aku kaku..
Kau suruh aku tolerant
Aku tolerant, Kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana
Aku Kau suruh maju, aku mau maju kau srimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja
Aku bekerja�kau ganggu aku


kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuat ku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana
Aku Kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku Kau suruh berdisisplin
Kau menyontohkan yang lain


Kau ini bagaimana
Kau bilang tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
Aku harus bagaimana
Aku Kau suruh membangun, aku membangun kau meruskkanya
Aku Kau suruh menabung,aku menabung kau menghabiskannya


Kau ini bagaimana
Kaus suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah
Aku punya Rumah kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana..
Aku kau larang berjudi..
Permainan spekulasimu menjad-jadi
Aku Kau suruh betanggung jawab..
Kau sendiri terus berucap wallahu a�lam bishowab
Kau ini bagaimana
Kau suruh aku jujur ,aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku


Aku harus bagaimana
Aku Kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
Kau ini bagaimana
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwisss
Kau bilang jangan banyak bicara. Aku bungkam , kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana
Kau bilang kritiklah
Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif, kau bilang jangan mendikte saja


Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau
Kau tidak mau
Aku bilang terserah kita
Kau tak suka
Aku bilang terserah aku
kau memakiku
Kau ini bagaimana�..
Atau aku harus bagaimana�?


Gus Mus 1987

Sabtu, 09 April 2011

Rekomendasi Tiwi untuk Film Wajib Tonton Bulan ini

Film-film berikut ini memang sudah pernah merajai box office beberapa bulan yang lalu. Bahkan pemain-pemainnya mendapat Oscar -beberapa-. Tapi, film ini tak akan ketinggalan jaman. Bila dibandingkan dengan film-film Indonesia, disaat Box Office sudah sampai film permainan dan retorika pikiran, film Indonesia masih saja terjerumus pada ide-ide yang tidak substantif, lihat saja dari judul-judulnya; Tali Pocong Perawan, Hantu datang Bulan, atau judul-judul film lain yang bergenre drama yang judulnya saja aku ga hafal saking tidak substantifnya. Ini baru yang namanya ketinggalan kereta modernisasi.

1. The Ghost Writer



Film yang diambil dari kisah nyata ini bercerita tentang Adam Lang, mantan perdana menteri Inggris yang ingin mengenang kejayaan masa lalunya. Maka, ia menyewa seorang ghost writer untuk menuliskan biografinya. Alih-alih menulis biografi yang bagus, si ghost writer ini malah menemukan fakta-fakta baru dari hasil risetnya. Fakta-fakta inilah yang membahayakan Adam Lang. Fakta apakah? Tonton sendiri aje yeeee... pokoknya penuh retorika pikiran

2. Black Swan



Film ini bercerita tentang rivalitas dua penari balet yakni Nina dan Lily. Mila Kunis dan Natalie Portman -si cantik yang berhasil menerima Oscar dari film ini- memerankan si Black Swan dan Swan lake dengan amat sempurna, kalau aku boleh bilang. Keduanya sering memainkan sisi baik dan buruk melalui peran Swan Lake dan Black Swan, sebuah komposisi balet klasik asal Rusia yang dipopulerkan Pyotr Ilyich Tchaikovsky antara 1875�1876. Sutradara pementasan Swan Lake sendiri dipercayakan Aronofsky pada aktor Perancis bermata biru, Vincent Cassel yang memerankan Thomas Leroy.

Konflik terjadi saat keduanya bersahabat dan sama-sama ingin memenangkan hati sang sutradara. Dalam alur inilah permainan pikiran yang dimainkan keduanya nampak gamblang dijabarkan.

3. Inception



Ini juaranya Oscar! Permainan pikiran yang sebenarnya! CEO muda nan tampan bernama Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) berniat mencuri rahasia negara dengan cara yang tak biasa. Yaitu, memanipulasi pikiran orang lain melalui mimpi.
Dia membentuk tim untuk melancarkan misinya tersebut. Cobb menggandeng Ariadne, Arthur, dan Eames. Ariadne adalah mahasiswi yang bertugas membangun dunia mimpi, Arthur bertanggung jawab dalam pencarian asal usul target, sedangkan Eames ditugasi menghipnotis dan memalsu data fisik dari si target.

Cobb dan timnya menemukan sebuah teknologi yang mampu menembus mimpi orang lain dan memanipulasi pikiran mereka di alam bawah sadar. Jadilah mereka beraksi untuk mengatur mimpi orang lain sesuai yang Cobb kehendaki. Salah satu targetnya adalah Robert Fischer Jr., pewaris kerajaan bisnis.

Mencuri mimpi adalah "senjata" yang paling berbahaya. Namun, kemampuan khusus itu harus dibayar mahal. Cobb menjadi buron internasional hingga kehilangan semua hal yang dicintainya. Seperti apa proyek spektakuler ini akan berakhir? Tonton sendiri yaaaa... ntar takutnya dikira spoiler, hehe

Minggu, 03 April 2011

Disaster Education for Preparedness: A Story from Japan






Couple months ago, I accompanied my friends to do a research from Graduate School of International Development (GSID) Nagoya University, Japan. Every class year have to take an overseas fieldwork program and they should come to a third word country to do a 2 weeks research. Their topic was about comprehensive disaster risk reduction measures/policy by government and disaster awareness and preparation of local people in Bantul district, Yogyakarta. They focused in two kind of policy: first, disaster proof housing and second, disaster education.




A friend of mine from GSID told me that he felt strange about Bantul disaster victims and damages. More than 5,700 people died, more than 30 thousand people got injured and 200 thousand houses were destroyed. He thinks that the damage was too serious �Although, it just 5.9 magnitude earthquake,� he said. That fact of damages raised his curiousity to find the answer by a research. The research revealed that there were asymmetric coordination from every single department in handling aids after disaster, no fixed standard of disaster proof housing and poor disaster education program. �But, I think the most important to build is local people awareness of disaster. In Japan, it is important to spread the idea through disaster education that infrastructure, such as schools, which works for mitigating disaster should be built with earthquake-proof way,� he said. So, in this article I would like to concern about disaster education.


Disaster education is one of the important disaster mitigation way. The intention of defining �disaster education� is that I think people would act the way they have learned when disaster happens, and people would prepare for future disaster from the information or education provided by government and community. In Japan, they held disaster simulation monthly in each school from kindergarten to senior high school. Most of households prepare emergency bag to bring when disaster happen. Education material is exist in some subject matter such as geography, biology, and Japanese language. Disaster education idea in Japan could be tracked from 1854.




A man called Gihei (Gohei) Hamaguchi, the most influential resident of Hiro village, was at home on a small plateau overlooking a bay about which most of the village houses were. He became aware of something unusual in the offing when he saw the sea running away from the beach after he felt an earthquake. He knew all the traditions of the coast and realized that tsunami would be likely to come soon. But it was too late to send a message to the village before tsunami strikes the village. Then he made up his mind to set fire to a number of rice-stacks which were the crystal of farmers� labour of the year. Because of the fire, village people came up to the plateau in a hurry and found themselves saved from the violence of tsunami. After Tsunami struck, After the tsunami that swept main part of Hiro village in 1854, Gihei Hamaguchi sponsored village people for tree planting and construction of a protective embankment 5m high and 20m wide at the base. The tsunami struck again 100 years later, and the village saved. It became local wisdom and famous history of disaster mitigation in Japan. (source of this story Hamada, M., Kiyono, J., Kunizaki, N. and Suzuki, T.: Why didn�t you tell us earlier? ��Fire of rice-stacks�, Support activities for the education of disaster mitigation in Banda Aceh-, Journal of the Japan Society of Civil Engineers, Vol. 90, No. 6, hlm. 43-46, 2005.)


That�s a story I shared today. People think that disaster mitigation program in Japan is established enough and many countries learn about it to Japan. However, my friends told me that March 11 2011 tsunami totally changed Japanese mind about disaster preparedness. Now, disaster study centers, NGO and government are doing some research to improve their disaster preparedness and mitigation program from recent tsunami experience.