Visa Schengen adalah visa yang diberikan agar kita diperbolehkan mengunjungi 25 negara Schengen/ Uni Eropa. Jika kita mendapatkan Visa Schengen, artinya, kita boleh mengunjungi 25 negara tersebut hingga jangka waktu tertentu sesuai visa yang diberikan.
Mengajukan aplikasi visa schengen melalui kedutaan besar Italia tidak lagi harus ke kedutaan di Jakarta langsung, melainkan melalui VFS global service, mungkin itu semacam pihak yang di-outsource untuk mengurus kelengkapan dokumen dan administrasi yang dibutuhkan untuk proses visa. Sedangkan pengambil keputusan apakah visa diterima atau tidak itu kedubesnya. Saran saya, nggak usah pake travel agent. Kalau kita ada waktu ngurus sendiri dan dokumennya lengkap kenapa harus pakai kurir? Pakai kurir atau tidak, tidak ada yang bisa menjamin visa kita diterima. Menurut saya malah lebih praktis mengurus visa sendiri karena di Kedutaan Besar Italia prosesnya cepat apabila semua syarat sudah kita siapkan dan kita sudah bikin janji online.
Dokumen yang diperlukan antara lain formulir terisi, paspor asli dan fotokopi, dua foto visa standar ICAO (35x45mm background putih, proporsi wajah 80% dari keseluruhan foto), print out asuransi perjalanan yang bisa dibeli online di web AXA atau penyedia lain (pastikan asuransinya juga cover Schengen Countries), surat keterangan masih bekerja yang menerangkan instansi, status kepegawaian, dan izin cuti dari instansi dengan jaminan tanggal berapa kita akan kembali bekerja, surat referensi bank, copy rekening tiga bulan terakhir, copy bukti booking pesawat, dan surat sponsor disertai bukti hubungan antara pemberi dan penerima sponsor. Kalau tanpa surat sponsor, kita akan diminta bukti booking hotel juga hingga tanggal kita meninggalkan Italia.
Mengajukan aplikasi visa schengen melalui kedutaan besar Italia tidak lagi harus ke kedutaan di Jakarta langsung, melainkan melalui VFS global service, mungkin itu semacam pihak yang di-outsource untuk mengurus kelengkapan dokumen dan administrasi yang dibutuhkan untuk proses visa. Sedangkan pengambil keputusan apakah visa diterima atau tidak itu kedubesnya. Saran saya, nggak usah pake travel agent. Kalau kita ada waktu ngurus sendiri dan dokumennya lengkap kenapa harus pakai kurir? Pakai kurir atau tidak, tidak ada yang bisa menjamin visa kita diterima. Menurut saya malah lebih praktis mengurus visa sendiri karena di Kedutaan Besar Italia prosesnya cepat apabila semua syarat sudah kita siapkan dan kita sudah bikin janji online.
Dokumen yang diperlukan antara lain formulir terisi, paspor asli dan fotokopi, dua foto visa standar ICAO (35x45mm background putih, proporsi wajah 80% dari keseluruhan foto), print out asuransi perjalanan yang bisa dibeli online di web AXA atau penyedia lain (pastikan asuransinya juga cover Schengen Countries), surat keterangan masih bekerja yang menerangkan instansi, status kepegawaian, dan izin cuti dari instansi dengan jaminan tanggal berapa kita akan kembali bekerja, surat referensi bank, copy rekening tiga bulan terakhir, copy bukti booking pesawat, dan surat sponsor disertai bukti hubungan antara pemberi dan penerima sponsor. Kalau tanpa surat sponsor, kita akan diminta bukti booking hotel juga hingga tanggal kita meninggalkan Italia.
Kabarnya, mulai Juli 2014 mengurus visa schengen tidak perlu asuransi perjalanan dan Uni Eropa pun mempercepat prosesnya. Tapi menurut saya, asuransi perjalanan itu penting atau mending ga berangkat hehe... Bayangkan kalau kita tiba-tiba sakit dan kenapa-kenapa di negara orang? Biayanya mungkin lebih dari kita membayar premi asuransinya. Oiya, sebelum membeli asuransi sebaiknya dicek apa saja yang ditanggung dalam asuransi perjalanan tersebut ya dan mekanisme claimnya juga.
Sebaiknya semua dokumen disiapkan 90 hari sebelum semua kelengkapan diajukan. Hanya saja, karena saya last minute person, semua dokumen saya ajukan tiga minggu sebelum saya berangkat hehehe. Mengurus dokumen-dokumen tersebut agak ribet juga buat saya. Kebetulan waktu itu surat referensi bank dari Bank Mandiri tempat saya nabung hanya bisa diurus di tempat rekening dibuka yakni di Solo, sementara saya ada di Bandung. Sebenarnya bisa sih diurus di Bandung cuman waktu itu jadi ribet banget sampe saya kapok sama Bank Mandiri tapi itu yang paling signifikan dalam pengajuan visa ya mau gimana lagi.
Hasil ngobrol-ngobrol dengan mantan orang imigrasi di Uni Eropa, visa schengen itu akan cepat diberikan jika kita punya kemandirian dan kecukupan finansial. Kalau ditanya-tanya petugas visanya sebenarnya mereka hanya akan memastikan kalau kita nggak akan jadi imigran gelap disana. Bahkan ketika saya disponsori kakak saya yang secara finansial mampu membiayai saya, mereka tetap minta beberapa dokumen atas nama saya pribadi: bukti saldo rekening (yang waktu itu cuman 15 juta, gosipnya harus 50 juta ya? hahaha), surat referensi bank, dan surat jaminan dari kantor kalau kita punya pekerjaan serta diberikan cuti ke Eropa selama sekian hari hingga tanggal tertentu. Kebijakan pemberian visa free atau tidak sebenarnya faktor pengaruhnya ya itu; fluktuasi dan jumlah overstayer WNI di negara tertentu.
Oke, lets get over the financial stuffs. Jadi ya untuk formulir visa dan format surat sponsor bisa didownload di web VFS. Biar aman, kakak saya melampirkan Permesso di Soggiorno (semacam KITAS Italia), surat kelayakan rumah dari pemerintah setempat, slip gaji, surat keterangan masih bekerja dari kantornya, paspor, akte kelahiran dan akte kelahiran saya sebagai bukti kalau kami memang saudara kandung. Sebenarnya dokumen-dokumen itu tidak wajib, biar aman sih. Oiya, booking flight tidak harus dibayar dulu walau tidak semua agen travel bisa. Ada yang minta DP dulu lah, jaminan lah. Biasanya agen travel yang gede bisa. Waktu itu saya minta bukti booking dari Bayu Buana Travel. Disitu kita bisa minta bukti booking pesawat PP tanpa bayar dulu sepeser pun, hanya saja, jatuh temponya waktu itu 7 hari setelah booking. Setelah tujuh hari dan kita tidak bayar maka tiket kita hangus. Intinya kan kita butuh bukti booking flight saja. Kalau dapat visa baru dipikirkan cari pesawat murah, dan saya beli di Bayu Buana lagi.
Setelah semua dokumen terkumpul, saya bikin appointment untuk pengumpulan dokumen secara online di web VFS lalu pada hari H saya apply ke VFS di Plaza ABDA, Senayan, Jakarta yang ternyata deket sekali dengan halte transjakarta Gelora Bung Karno. Total biaya pengurusan visa dengan kurs EUR waktu itu Rp. 16. 600,- yakni sekitar Rp. 1. 100. 000, -. Kata mbak teller di VFS yang ramah banget waktu itu, proses visa bisa lima hingga delapan hari. Namun, tiga hari kemudian saya disms bahwa visa saya sudah diapproved dan diproses. Besoknya, paspor dengan tempelan visa sudah sampai di kosan saya di Bandung dan ternyata harinya ditambah. Tadinya saya apply single entry 15 hari tapi dapetnya multiple entry 30 hari dan paspornya diantar kurir. Horeeee!!

0 komentar:
Posting Komentar